12 Jenis Kain Katun Terlaris di Pasaran

Kain katun umumnya banyak dijadikan bahan pakaian pria maupun wanita. Material utama yang
digunakan dalam kain katun yaitu serat tanaman kapas atau cotton yang ditenun dan diolah
kembali dengan berbagai cara.

Kain katun dikenal sebagai bahan yang adem dan mudah menyerap keringat. Sehingga tak
jarang, bahan ini banyak digunakan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah iklim tropis,
khususnya Indonesia. Karena seratnya yang halus dan nyaman, kelebihan penggunaan bahan
katun tidak bikin alergi atau gatal pada kulit.

Tahukan Anda, jika kain katun ini memiliki jenis yang beragam? Teknik tenun dan perbedaan
kualitas serat kapas menjadi faktor keragaman kain. Variasi dari karakteristik bahan katun dapat
disesuaikan dengan model pakaian yang akan dibuat. Lebih jelasnya, simak ulasan berikut
mengenai 12 Jenis Kain Katun Terlaris di Pasaran yang telah dirangkum untuk Anda.

1. Katun Jepang
Katun Jepang terbuat dari 90%-100% serat kapas dengan kualitas premium. Bahannya sangat
lembut dan harganya pun relatif mahal. Ciri dari kain katun jepang: motifnya cerah dan
colourful, permukaan glossy, daya serap keringat lebih baik dari katun biasa, warna tidak mudah
luntur, dan pada sisi kain terdapat kode warna khusus serta tulisan “Japan design”.

2. Katun Linen
Katun jenis linen dibuat dari campuran serat kapas dan serat pohon rami. Karena proses buatnya
yang rumit, menjadikan kain ini cukup mahal. Teksturnya agak kaku, terasa lembut dan dingin
jika dikenakan. Cocok sekali untuk pakaian kasual wanita atau pria. Sedikit kekurangan dari kain
ini, serat kain linen yang mudah terlepas.
3. Katun Rayon

Katun rayon terbuat dari serat semisintetis yang berasal dari polimer organik, yaitu campuran
kapas dan serat rayon. Bahan ini memiliki ciri khas ringan, dingin dan nyaman, tidak licin, dan
permukaannya lebih berkilau. Serupa dengan katun biasa, bahan katun rayon termasuk mudah
perawatannya. Selain untuk kemeja, kain ini bisa jadi rekomendasi untuk membuat mukena.
4. Katun Flanel
Katun jenis Flanel banyak digunakan untuk membuat kemeja. Seperti yang sering kita temukan,
kemeja flanel dengan motif kotak-kotak. Serat kain flanel terbuat dari wol, sehingga
memberikan rasa hangat. Ciri khas bahan flanel dikenal dengan tekstur lebih tebal, agak berbulu,
dan lembut. Teknik pembuatan kain flanel dilakukan dengan tenun plain wave pada salah satu
sisi, dan dilakukan penyikatan menggunakan mesin sehingga hasil permukaan terasa lembut.
Untuk bahan flanel motif kotak, sebelum proses tenun, benang sudah mengalami proses
pewarnaan leibih dulu.
5. Katun Combed
Jenis katun combed banyak digunakan oleh konveksi untuk pembuatan kaos. Katun combed
terbuat dari benang dengan proses khusus dengan cara disisir (combed). Fungsi dari teknik
tersebut agar memisahkan serat-serat kapas yang pendek dan serat panjangnya saja yang dipintal
jadi benang. Sehingga kain terasa lebih halus dan tidak berbulu.
6. Katun Silk
Katun Silk terbuat dari serat sutra, polyester atau nilon. Ciri khas kainnya yaitu ringan, licin,
kuat, dan halus. Bahan katun silk ini sering digunakan untuk pembuatan rok atau gaun pesta,
karena permukaannya tampak mengilap dan elegan.
7. Katun Denim
Denim ini terbuat dari bahan katun, meski sekilas tampak mirip jeans. Bahannya terbuat dari
benang katun kemudian dianyam dengan pola tenun twill (teknik tenun tekstil pola diagonal
paralel/sejajar/searah. Bahan ini banyak dibuat menjadi rok, celana, dan jaket.
8. Katun Spandeks
Katun spandek dibuat dari campuran serat kapas dan sintetis spandek (lycra). Ciri khasnya
bersifat stretch (dapat diregangkan). Tingkat keelastisan tergantung dari banyaknya serat
spandek yang digunakan.

9. Katun Supernova
Kain supernova jenis katun yang banyak dijumpai di Indonesia. Hampir semua produk fashion
seperti baju, gamis, rok, jilbab, celana, menggunakan jenis katun ini. Berbeda dengan kain katun
umumnya, serat halus pada permukaan bahan supernova tampak terburai. Kain ini ringan, tapi
tidak jatuh. Harga kain supernova terbilang terjangkau. Jika diraba, tekstur terasa lembut, halus,
tapi tidak licin.
10. Katun Madinah
Seringkali disamakan dengan katun supernova, katun madinah punya karakteristik yang sama.
Bedanya, kualitas katun madina setingkat di atas supernova dan harganya lebih mahal.
Permukaan katun madinah sangat halus dan lembut, tapi tidak licin dan mudah sekali dibentuk.
Selain itu, terasa jatuh saat dikenakan. Katun madinah banyak dibuat menjadi gamis, rok, dan
jilbab. Berhati-hatilah saat mencucinya, hindari proses penyikatan dan cukup dikucek pelan.
11. Katun Ima
Jenis katun ima adalah katun yang diimpor dari Jepang. Ketebalannya sama dengan supernova.
Meski begitu, kualitas dan kekuatan jauh lebih baik. Serat katun ima lebih rapi, tidak berserabut
halus seperti pada supernova. Tekstur katun yang satu ini jika diraba terasa licin. Biarpun tipis,
kain ini tidak menerawang. Karakteristik katun ima dan harga yang tidak terlalu mahal,
membuatnya banyak digunakan untuk aneka produk busana.
12. Katun Toyobo
Katun Toyobo memiliki kualitas di atas katun ima. Kain ini lebih tebal daripada katun ima, tidak
kaku, ringan, dan halus. Seratnya pun rapat, tidak menerawang. Sehinga katun ini memiliki
ketebelan yang pas untuk pakaian santai maupun formal.

Penjelasan 12 Jenis Kain Katun Terlaris di Pasaran, menyimpulkan yang mana mengenal
karakteristik kain katun sangat penting. Tujuannya untuk menyesuaikan jenis bahan untuk
produk pakaian yang akan dibuat. Dengan kekurangannya, Anda perlu pintar siasati penggunaan
bahan, dengan tetap memerhatikan cara perawatannya agar tetap awet.

Tinggalkan komentar

Semua komentar dimoderasi sebelum dipublikasikan