Skip to content

Discount up to 75% Extra Voucher 10%

Keranjang

Your cart is empty

Article: Tanpa Sadar, Ini Dia 5 Dampak Negatif Media Sosial Pada Perilaku Anak Muda

Tanpa Sadar, Ini Dia 5 Dampak Negatif Media Sosial Pada Perilaku Anak Muda
Mentally

Tanpa Sadar, Ini Dia 5 Dampak Negatif Media Sosial Pada Perilaku Anak Muda

Keberadaan media sosial saat ini membuat interaksi antara satu orang dan lainnya seperti tidak terpisahkan oleh jarak atau pun waktu.  Seiring dengan perkembangan media sosial yang semakin pesat, tentu saja ini memiliki dampak positif dan negatif. Apalagi untuk para kaum remaja yang mungkin sebagian besar waktunya dihabiskan untuk sekadar melihat Instagram stories atau scrolling Twitter. Ayo, siapa yang suka begini?

  Sadar atau tidak ternyata cara berpikir dan berperilaku pun bisa dipengaruhi dari apa yang dilihat dari media sosial. Khususnya untuk para remaja yang waktu penggunaan media sosialnya lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Jadi bisa dibilang, jika remaja dan media sosial seperti magnet yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan Common Sense Media membuat riset dengan hasil 51% remaja mengunjungi jejaring media sosial setiap hari.

Ternyata penggunaan media sosial di kalangan remaja memiliki dampak gangguan mental yang tidak baik, jika itu dilakukan secara berlebihan. Pengaruhnya mulai dari kecanduan, iri, bahkan sampai menyebabkan depresi. Mengerikan ya! Nah, berikut ini adalah dampak negatif dari media sosial yang tanpa sadar sudah memengaruhi kehidupan para remaja.

  1.       Terlalu Sering Membandingkan

“Duh, kok dia enak banget sih bisa jalan-jalan terus!”, “Wah, masih muda udah”, “Kayaknya hidup dia happy terus deh”. Kalimat-kalimat itu pasti penah terlontar dari mulut Anda saat melihat postingan seseorang di media sosial. Apa yang terlihat menyenangkan di media sosial menjadi momok yang membuat Anda merasa jika hidup yang dijalani sekarang tidak lebih baik. Setelah itu, timbul sebuah perasaan untuk terus membandingkan apa yang Anda miliki dengan orang lain. Akibatnya, hal ini menimbulkan rasa iri dan membuat Anda merasa tidak pernah cukup. Padahal apa yang terlihat di media hanyalah sedikit gambaran dari realita yang terjadi.

  1.       Kecanduan

Sama halnya dengan kecanduan rokok dan alkohol  yang berbahaya, kecanduan media sosial pun jadi salah satu yang juga perlu ditangani dengan serius. Ada seseorang yang jika dalam beberapa jam saja tidak membuka  media sosial, maka dia akan merasakan cemas atau gelisah yang luar biasa. Anda akan terbiasa menghabiskan sebagian besar waktu seharian hanya untuk berinteraksi dalam media sosial. Kalau sudah begini seringkali Anda biasanya mengabaikan orang-orang disekeliling dan lupa berinteraksi sosial secara langsung. Parahnya lagi sampai-sampai tugas-tugas yang mestinya dikerjakan pun bisa jadi terbengkalai.

  1.       Kurang Tidur

Kebiasaan menghabiskan banyak waktu di media sosial seringkali membuat waktu tidur pun terganggu. Apalagi para remaja biasanya memiliki kebiasaan mengecek media sosial sebelum tidur, sehingga mengundur waktu tidur, bahkan bisa sampai dini hari. Hal ini terjadi karena cahaya yang dikeluarkan dari ponsel menekan pelepasan melatonin, hormon yang membuat tubuh mengantuk. Padahal tidur yang cukup jadi faktor penting untuk kesehatan. Kalau begini, bisa sampai mengganggu kesehatan juga, ya!

  1.       Hubungan Kurang Baik

Banyak juga para remaja yang pada saat sedang berkumpul lupa berinteraksi dengan orang-orang yang ada di hadapan mereka. Lagi, lagi, Anda sibuk dengan media sosial dengan terus mengintip notification yang masuk. Tidak hanya itu, terkadang Anda pun lebih banyak menghabiskan waktu untuk bisa menghasilkan foto atau video yang sempurna dibandingkan dengan pertemuan itu sendiri.

Ya, tentu saja ini adalah ‘makanan’ untuk isi media sosial Anda. Jika sudah begini hubungan Anda dengan sahabat atau orang terdekat pun akan menurun, setelah itu rasa kesepian yang biasanya akan muncul. Ingat ya, kebersamaan di dunia nyata itu lebih penting dibandingkan sibuk melihat berbagai unggahan di media sosial.

  1.       Depresi

Berbagai artikel kesehatan telah menuliskan jika adanya kaitan antara penggunaan media sosial dengan terjadinya depresi. Hal-ini ternyata rawan dialami oleh para remaja. Aktivitas media sosial yang berlebihan bisa meningkatkan rasa kesepian sehingga menimbulkan depresi.

 

Nah, itu dia 5 dampak negatif yang bisa terjadi ketika kamu tidak bisa mengontrol penggunaan media sosial. Sebenarnya banyak juga kok dampak positif yang bisa didapatkan. Contohnya jika senang melakukan hobi fotografi, melalui Instagram Anda bisa berbagi hasil foto yang nantinya bisa dijadikan sebagai portfolio. Bisa juga dengan mengikuti berbagai akun-akun inspiratif yang bisa menjadi insight yang bagus untuk Anda.

Lalu, kamu juga bisa melakukan berbagai kegiataan seperti berkebun, jalan santai di sekitaran rumah, memasak, membaca buku atau sekadar mengobrol bersama keluarga sehingga fokusmu tidak lagi selalu tertuju pada media sosial.

Sebenernya kemajuan media sosial itu banyak kok positifnya, jika saja Anda bijak dalam menggunakannya dan tidak berlebihan. Ingat ya, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, loh!

Tinggalkan komentar

Situs ini dilindungi oleh reCAPTCHA dan berlaku Kebijakan Privasi serta Persyaratan Layanan Google.

All comments are moderated before being published.

BACA SELENGKAPNYA

Ini Dia  Waktu Terbaik Mengunjungi Jepang untuk Liburan. Let’s Go!
Holiday

Ini Dia Waktu Terbaik Mengunjungi Jepang untuk Liburan. Let’s Go!

Jepang adalah salah satu negara yang menjadi destinasi favorit sebagian banyak orang. Bahkan, Jepang banyak dijadikan bucket list negara yang wajib dikunjungi. Ayo, termasuk kamu juga nggak nih? Ei...

Baca lebih banyak
Inspirasi Fashion yang Lagi Trend di Kalangan Cewek Jepang
Fashion

Inspirasi Fashion yang Lagi Trend di Kalangan Cewek Jepang

Banyak yang bilang saat kamu ke Jepang, maka kamu seperti melihat fashion show berjalan. Fashion di negara Jepang memang dikenal sangat eye catching, unik, dan tentunya inspiratif. Tidak heran, jik...

Baca lebih banyak

EXPLORES

KOLEKSI KAMI